Showing posts with label Misteri. Show all posts

5 Mitologi Zombie Terpopuler

Sebagian dari kita pasti sudah akrab dengan kata Zombie. Zombie lebih dikenal luas sebagai mayat hidup pemakan manusia dan banyak diangkat sebagai kisah fiksi. Beberapa negara didunia meyakini bahwa Zombie benar-benar ada. Berikut ini Negara yang meyakini Mitologi Zombie dengan nama dan versi yang berbeda-beda.

1. Zombie (Haiti, Afrika-Karibia)
Dari pulau inilah awal mula nama zombie populer. Zombie merupakan sebutan mayat hidup yang berasal dari kepercayaan Voodoo orang Kreol dan Afrika-Karibia. Berbeda dengan penggambaran dibanyak film modern yang menceritakan Zombie suka memangsa manusia, penggambaran zombie di pulau Haiti tidaklah demikian.

Zombie disini bukanlah benar-benar mayat hidup melainkan manusia dengan roh yang telah dicuri melalui cara supranatural atau perdukunan. Tujuannya awalnya yakni untuk dipekerjakan sebagai budak di perkebunan terpencil yang akan selalu setia mengabdi pada "majikan zombi". Versi zombi yang lebih menakutkan dan suka memakan manusia sering diangkat menjadi cerita fiksi horror.

Zombie diciptakan oleh para dukun menggunakan ramuan. Ramuan tersebut berupa racun Tetrodoksin atau racun mematikan seperti yang terkandung pada ikan buntal dan ikan fugu. Manusia yang diberi tetrodoksi dalam dosis (LD50 sebesar 1 mg), akan berada dalam kondisi koma untuk beberapa hari. Kemudian setelah kondisi sekarat, manusia tersebut akan dijejali ramuan kedua, yakni bubuk obat dari tanaman genus Datura yang dapat menimbulkan sifat halusinogen dan membuat orang yang meminumnya menjadi tidak memiliki kemauan sendiri. Setelah dukun meyakini para korban sudah tidak memiliki kesadaran ini barulah korban akan dijual untuk dijadikan budak dan dipekerjakan dipertambangan dan perkebunan.

2. Jiang Shi (China)
Jiang Shi yang berarti "mayat kaku" adalah mayat hidup yang melompat-lompat dan menyerang manusia untuk menyerap energi kehidupan. Jiang Shi diucapkan gœngsi dalam bahasa Kanton, atau kyonshi dalam bahasa Jepang. Cerita tentang Jiang Shi mulai beredar sejak abad ke-2 sebelum masehi. Mereka dipercaya tercipta karena arwah seseorang gagal meninggalkan jasadnya akibat kematian yang tak layak seperti dibunuh, bunuh diri, atau hanya ingin membuat masalah. Masyarakat China percaya dengan hanya menahan nafas maka Jiang Shi tidak akan menyerang.

3. Ghoul (Arab)
Ghoul merupakan sebutan zombie di Arab Saudi. Secara harfiah Ghul dalam bahasa Arab berarti setan. Cerita tentang The Ghoul telah dikenal sejak abad 7 Masehi. Dalam cerita fiksi Ghoul disebutkan tinggal di daerah pemakaman dan tempat-tempat tak berpenghuni lainnya serta memakan daging manusia, Ghoul sering diklasifikasikan sebagai mayat hidup. Literatur tertua menyebutkan Ghoul berkaitan erat dengan cerita Seribu Satu Malam.

4. Draugr (Scandinavia)
Drougr merupakan mitologi Zombie yang berasal dari wilayah Scandinavia. Drougr disebut-sebut sebagai  manusia yang bangkit dari kematian dan menjadi mesin pembunuh yang tak terhentikan. Draugr diyakini tinggal di kuburan orang mati, dan menggunakan jasad orang yang telah mati.  Sebagai kuburan orang penting yang banyak mengandung harta, akan dijaga oleh Draugr bahkan setelah kematian.

Menurut legenda, Draugr memiliki kekuatan super, dapat merubah ukuran mereka sesuka hati, dan bau mereka sangat busuk. Dalam cerita rakyat Draugr membunuh korban mereka melalui berbagai cara termasuk menghancurkannya atau melahap daging mereka secara utuh. Bahkan kadang-kadang diceritakan Drougr sering membunuh korbannya secara perlahan dengan cara menghisap/meminum darah mereka.

Draugr dikenal memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam mimpi yang hidup. Draugr juga membawa penyakit ke desa dan bisa menciptakan kegelapan sementara di siang hari. Draugr aktif dimalam hari namun siang hari tidaklah menjadikan Drougr kehilangan kekuatannya seperti kebanyakan zombie.

Untuk membunuh Drougr, hanya pahlawan yang memiliki keahlian dan keberanian yang dapat melakukannya. Konon, Draugr ini dapat dibunuh dengan cara  dipotong kepalanya, dibakar seluruh tubuhnya, serta membuang abunya ke dalam laut. Dengan cara seperti itu diyakini Draugr telah benar-benar musnah.

5. Revenant (Inggris)
Revenant merupakan Mitologi Zombie asal Inggris. Cerita mengenai revenant telah mencuat sejak abad ke-12. Revenans berasal dari bahasa latin yang berarti kembali, atau orang yang kembali dari kematian (Living of the dead).

Menurut Legenda, mereka  yang kembali dari kematian adalah mereka yang semasa hidupnya sering melanggar hukum, para penjahat dan orang-orang kafir. Mereka akan bangkit dari kubur untuk membuat keonaran dan kerusuhan terhadap orang yang hidup.

Namun, sejarawan Inggris di Abad Pertengahan, William asal Newburgh menulis pada 1190, cerita tentang revenants merupakan cerita yang sangat pribadi, sebab ceritanya selalu tentang individu tertentu yang baru saja meninggal. Hal itu berbeda dengan kebanyakan zombie yang ceritanya kebayakan digambarkan dalam kelompok/budaya.

Batu Berwajah Manusia Bisa Menangis

Batu mirip kepala manusia yang menggegerkan warga Garut diyakini bukan batu biasa. Beberapa warga mengaku kerap mendengar batu tersebut mengeluarkan suara tangisan.

Batu yang ditemukan di sekitar Kampung Babakan Tanjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat, bila diamat-amati batu tersebut memang akan terlihat seperti wajah manusia. Batu berdiameter sekitar 2 meter itu terdapat ukiran seperti dua mata yang menutup, hidung dan mulut.

"Tetangga pernah mendengar suara tangisan dari arah batu dan ada warga yang secara kebetulan melihat batu mengeluarkan air dari arah mata,” ujar salah seorang warga, Ikin.

Batu aneh yang mirip kepala ini terletak di daerah kawasan obyek wisata Cipanas Tarogong Garut atau berada di kaki gunung Guntur. Batu aneh yang mirip dengan kepala manusia atau ada yang menyebut kepala bayi ini diberi nama batu menangis oleh warga setempat.

Bukan hanya itu saja, sebagian orang juga sering melihat batu ini mengeluarkan air di bagian batu yang mirip seperti mata, sehingga seolah-olah seperti orang yang sedang menangis dan mengeluarkan air mata.

"Memang warga menyebutnya sebagai batu menangis, tapi itu terjadi karena alami saja," kata Kepala Bidang Kebudayaan dan Kepurbakalaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Garut, Warjita, kepada wartawan, di Garut, seperti dikutip dari Antara, Senin (15/10).

Namun keberadaan batu mirip kepala manusia itu, kata Warjita, sama seperti batu umumnya yang tersebar di daerah itu akibat letusan Gunung Guntur abad ke-18 dan ke-19.

"Jadi ukirannya tidak ada unsur dibuat atau perbuatan manusia pada zaman terdahulu," katanya.

Penilaian lain oleh dinas di wilayah sekitar batu tidak ditemukan benda-benda lainnya yang memiliki nilai sejarah. Namun untuk memastikan kebenaran batu tersebut disebabkan faktor alam, Warjita akan mengundang tim dari balai arkeolog Bandung untuk dilakukan penelitian.

"Untuk memastikannya kita serahkan ke balai arkeolog Bandung untuk bisa memberikan kepastian kepada masyarakat, bahwa ukiran batu itu terbentuk oleh alam," katanya.